BKSDA Respon Keluhan Warga Mukomuko

Contoh perangkap buaya di beberapa wilayah (gambar :HO)

HARIAN SEMARAK, MUKOMUKO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu merespon keluhan warga di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu tentang keberadaan buaya di aliran sungai Selagan.

banner 970x250

Kepala BKSDA Bengkulu Hifzon Zawahiri melalui Kepala Resor Air Hitam Rasidin dan Kepala Resor Mukomuko Damin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko untuk membahas konflik buaya dengan manusia di Sungai Selagan.

“Hasil koordinasi kemarin, rencananya pemasangan perangkap buaya di Sungai Selagan hari Senin dan Selasa minggu depan,” kata kata Kepala Resor Air Hitam Rasidin dan Kepala Resor Mukomuko Damin, Sabtu (01 /06 /2024).

Nantinya, terang Damin, ada dua perangkap buaya yang disediakan oleh DLH Mukomuko. Namun demikian, secara teknis pemasangan perangkap buaya seperti apa, pihaknya akan terlebih dahulu melihat situasi.

“Kita lihat situsnya, apakah dua atau cukup satu perangkap. Kita libatkan 6 personel BKSDA Bengkulu. Kami juga melibatkan DLH, Kecamatan, Desa, TNI, polisi, dan swasta dalam penangkapan buaya ini,” jelasnya.

Saat disinggung lokasi pemasangan perangkap, Damin menyampaikan, pihaknya akan fokus di tempat korban yang dimangsa buaya di Sungai Selagan.

“Di titik kejadian, dan kami akan menggunakan umpan itik untuk menangkap buaya di sungai ini. Iya, pemasangan perangkap buaya untuk pertama kali di Provinsi Bengkulu. Oleh sebab itu, kami. akan mempelajari cara pemasangan di tempat lain yang sudah pernah melakukannya seperti di Kalimantan, “ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, BKSDA Bengkulu telah membentuk tim khusus sebagai upaya mempersiapkan pemasangan perangkap untuk menangkap buaya yang memangsa warga Desa Tanah Harapan beberapa waktu yang lalu.

“Sudah. Sudah dibentuk (tim). Tinggal menunggu sprint untuk pembentukannya,” kata Kepala Resor Air Hitam Rasidin dan Kepala Resor Mukomuko

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Mukomuko, Budi Yanto mengatakan, instansinya meminta bantuan pihak swasta untuk pembuatan alat perangkap buaya.

“Iya, kami minta bantuan perusahaan kelapa sawit untuk membuat alat khusus perangkap buaya yang memangsa warga di wilayah ini. Sudah ada 2 dari 4 perangkap buaya di dinas ini, sedangkan dua perangkap lagi sedang dikerjakan.” demikian jelasnya. (**)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *