Kepala Dinas LH Mukomuko Sebut Aktivitas Perkebunan Sawit Picu Rendahnya IKLH

Foto bersama usai acara sosialisasi pengendalian kerusakan lingkungan

HARIAN SEMARAK, MUKOMUKO – Aktivitas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu menjadi salah satu pemicu rendahnya indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Yanto, Rabu (29/05/2024) dalam acara sosialisasi pengendalian kerusakan lingkungan. Kegiatan di aula Bapelitbang Kabupaten Mukomuko.

Dalam acara yang dihadiri oleh para Camat, manajemen perusahaan kelapa sawit dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengatakan, sosialisasi digelar untuk mengendalikan kerusakan lingkungan hidup di Kabupaten Mukomuko.

“Indeks IKLH di Kabupaten Mukomuko di tahun 2023 hanya mencapai 69,44 persen,” kata Budi Yanto, Rabu (29/05/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyebut, salah satu faktor pemicunya adalah adanya aktivitas perkebunan sawit. Kata dia, pihaknya meminta perusahaan sawit dapat menjaga kebutuhan lahan konservasi.

“Kami minta perusahaan sawit untuk menjaga kebutuhan lahan konservasi, sebab memang faktor aktivitas perkebunan kelapa sawit di Mukomuko menjadi pengaruh bagi IKLH,” ujar Budi.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko menargetkan, tahun IKLH 2024 mencapai 70,92 Persen. Menurutnya, parusahan – perusahaan sawit di Kabupaten Mukomuko komitmen dengan menjaga lahan konservasi.

“Kalau nggak, dampak buruknya adalah perubahan iklim. Tentu akan mengakibatkan bencana alam seperti banjir. Ini merupakan salah satu dampak negatif adanya perubahan atau menurunnya IKLH ini, “terang dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko, Abdiyanto menyampaikan, stabilisasi alam sangat dibutuhkan. Kata dia, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk keberlangsungan hidup masyarakat kedepannya.

Kabupaten Mukomuko, ujar Sekda Mukomuko, banyak sekali memiliki invetasi di bidang perkebunan kelapa sawit, tentu hal itu akan berdampak pada lingkungan.

“Tidak terbantahkan, dan sama-sama kita sadari banyaknya investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko tentu ada dampak positif dan negatif. Lalu bagaimana kita mmemenej dampak negatifnya. Pemerintah Daerah dan perusahaan kelapa sawit harus bersinergi. “kata Sekda MUKOMUKO. (**)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *