Gunakan DAK Sebesar Rp 2.6 Miliar, Dinas PUPR Mukomuko Rehab Infrastruktur Irigasi

Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu saat melakukan pemetaan jaringan irigasi yang rusak

HARIAN SEMARAK, MUKOMUKO – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Apriansyah, ST., MT memastikan, tahun ini akan melakukan perbaikan infrastruktur di saluran irigasi.

banner 970x250

Dia mengatakan, perbaikan dilakukan di beberapa titik jaringan irigasi sekunder. Kepala Dinas PUPR Mukomuko membeberkan, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK, tahun anggaran 2024.

“Sasaran kegiatan adalah terpenuhinya air ke lahan pertanian (sawah). Dengan demikian, hasil dari persawahan milik petani itu sendiri dapat maksimal,” kata Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Selasa (02 /04 /2024).

Ap, sapaan akrab Kepala Dinas PUPR Mukomuko menyampaikan, tahun lalu, instansinya mendapat anggaran sebesar Rp 400. 000.000 untuk jenis pekerja yang sama. Jumlah tersebut, jauh lebih kecil ketimbang anggaran yang diterima tahun ini, yakni 2.6 miliar.

Jumlah tersebut, terang Kepala Dinas PUPR Mukomuko, digunakan untuk perbaikan jaringan irigasi di tiga lokasi yang ada di wilayah di Kecamatan Selagan Raya, yakni jaringan irigasi Sungai Gading dan Air Ayang di Desa Talang Buai dan jaringan irigasi yang ada di Desa Pondok Baru.

“Jadi 2.6 miliar ini ada tiga titik perbaikan. Wilayah itu adalah 2 titik di Desa Talang Buai dengan anggaran setiap titikmya sebesar Rp 1,1 miliar dan sisanya di Desa Pondok Baru. 3 titik ini merupakan jaringan irigasi sekunder yang rusak,” terang Kepala Dinas PUPR Mukomuko.

Untuk pelaksanaannya, ujar Kepala Dinas, masih menunggu persiapan administrasi.” Sedangkan pemberkasan. Iya, kalau sudah lengkap nanti kita ajukan ke Unit Layanan Pelelangan (ULP),” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Mukomuko mengungkapkan, selain 3 titik yang akan diperbaharui, di wilayah Kecamatan Selagan Raya masih banyak ditemukan jaringan irigasi sekunder yang perlu diperhatikan. Apriansyah menyampaikan, kendala anggaran yang saat ini menjadi faktor utama sehingga belum adanya tindakan dari instansinya.

“Wah, kalau jaringan irigasi sekunder yang rusak, di Kecamatan ini (Selagan Raya) aja banyak mas. Tapi ya itu tadi, kita belum bisa berbuat banyak, faktor utamanya adalah anggaran,” ungkapnya.

Ditengah kondisi keuangan daerah yang belum maksimal, Dinas PUPR Mukomuko telah meninjau sejumlah titik yang infrastrukturnya tidak layak. Kata dia, rata-rata kerusakan terjadi lantaran usia bangunan yang sudah tua. Selain itu, adanya bangunan yang rusak lantaran perubah pada struktur tanah, seperti longsor.

“Kalau pantau kami, ada yang karena memang bangunan yang sudah berusia tua dan bencana alam seperti longsor,” kata Apriansyah.

Rencananya, tahun depan Dinas PUPR Mukomuko akan mengajukan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut untuk pembangunan bendung semi teknis (BST).

“InsyaAllah tahun depan mas. 5 miliar untuk pembangunan BST daerah Irigasi di Lubuk Bangko. Bangun ini awalnya sudah ada, tapi beberapa waktu lalu rusak karena banjir. Pengamatan kami ini harus segera agar air bisa terkontrol dengan baik,” jelasnya.

“Untuk skema anggaranya, bisa jadi dana Instruksi Presiden (Inpres). Iya, lebih ke arah sana (Inpres). Tentu, pembangunan ini kan wujud kehadiran Pemerintah ditengah masyarakat terutama para petani. Targetnya kan kemakmuran dan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas dan produk para petani. “pungkasnya. (ADV /KOMINFO).

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *