Kondisi Jalan Evakuasi Bencana di Mukomuko Memprihatinkan

Google maps jalan evakuasi tsunami di Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu

BERITA SEMARAK, MUKOMUKO – Kabupaten Mukomuko adalah wilayah yang secara administrasi berada di Provinsi Bengkulu. Kabupaten yang juga memiliki nama lain yakni Kapuang Sakti Ratau Batuah ini berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat di Utara, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi di Timur, Samudera Hindia di Barat dan Kabupaten Bengkulu Utara di Selatan.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 yang lalu, Kabupaten Mukomuko memiliki jumlah penduduk sebanyak 190.498 jiwa.

BACA JUGA : Perubah Sistem Penyaluran DAK, Kepala Bappelitbangda Mukomuko Minta OPD Patuhi Regulasi

BACA JUGA : Ribuan Rumah di Mukomuko Masuk Kategori Tidak Layak Huni

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dilalui oleh rangkaian gunung berapi atau ring of fire sehingga berpotensi terjadinya gempa bumi dengan kekuatan yang besar.

Sedangkan di Kabupaten Mukomuko, tercatat ada 24 desa di 7 kecamatan yang masuk zona merah tsunami dan berada di sepanjang pesisir Pantai Barat Sumatera.

BACA JUGA : Polisi Ringkus Penjual dan Pembeli Barang Haram di Mukomuko

BACA JUGA : Habiskan Dana 32 Miliar, Dinas Kesehatan Mukomuko Lengkapi Fasilitas Puskesmas

Beberapa waktu yang lalu, BPBD Kabupaten Mukomuko merilis, di daerah ini terdapat titik-titik jalur evakuasi dan titik kumpul yang tersebar di sejumlah Kecamatan seperti, di Kecamatan Air Rami, Ipuh, Pondok Suguh, Air Dikit, Kota Mukomuko, XIV Koto, dan Kecamatan Lubuk Pinang.

Jalur ini dirancang untuk dapat digunakan oleh masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, khususnya tsunami.

Namun sayangnya, hampir seluruh jalan evakuasi bencana itu kondisinya kini sudah rusak parah.

BACA JUGA : Kejar Piala Adipura, DLH Mukomuko Bagun Ruang Terbuka Hijau

Seperti jalan evakuasi bencana dari Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh menuju Desa Makmur Jaya Kecamatan Air Rami, dari Desa Air Rami Kecamatan Air – Desa Arga Jaya, Desa Pondok Batu – Desa Selagan Jaya SP3, jalan evakuasi bencana dari Umbul 25 Desa Rawa Bangun – Desa Lubuk Sanai, dan yang lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Ruri Irwandi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan anggaran untuk perbaikan dan peningkatan jalan evakuasi ke pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

Kata dia, usulan ini disampaikan untuk mempermudah masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar bisa menyelamatkan diri jika terjadi bencana. Namun, ujar Kepala BPBD, hingga saat ini belum ada anggaran yang terealisasi.

BACA JUGA : Kejar Piala Adipura, DLH Mukomuko Bagun Ruang Terbuka Hijau

Kepala BPBD Mukomuko mengungkapkan, kegiatan khusus perbaikan jalan evakuasi tidak masuk di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah atau yang lebih dikenal dengan SIPD.

“Pada prinsipnya kita tidak menginginkan yang namanya bencana, siapapun itu. Tapi kita tidak bisa membantah, kajian jika wilayah kita ini merupakan daerah rawan bencana. Tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bentuk atau upaya dari kita,” kata Kepala BPBD Mukomuko, Rabu (12 /06 /2024).

Kepala BPBD Mukomuko tak membantah, kondisi jalan evakuasi banyak yang rusak.

BACA JUGA : Dinas PUPR Mukomuko Upayakan Penganan Jaringan Irigasi

“Kita kesulitan untuk mendapat anggaran perbaikan jalan evakuasi. Nanti kita akan koordinasi dengan TAPD dan juga OPD lainnya agar dapat memasukkan nama kegiatan.” jelasnya.

Tahun lalu, Ketua Komisi II DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, SE meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu memberi perhatian khusus kepada jalan yang ada di Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh.

Kata Wisnu, salah satu ruas jalan yang ada di Desa Air Buluh itu merupakan jalan evakuasi tsunami bagi warga setempat

BACA JUGA : Polisi Ringkus Penjual dan Pembeli Barang Haram di Mukomuko

“Itu jalan evaluasi tsunami bagi warga Desa Air Buluh menuju Desa Makmur Jaya sepanjang sekitar 5 km,” kata Ketua Komisi II DPRD Mukomuko beberapa waktu yang lalu.

Ia membeberkan, tahun 2017 yang lalu, jalur evaluasi tsunami itu sudah di koral, namun saat kondisinya sudah rusak. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *